MODUL III
OPERATIONAL AMPLIFIER DAN FILTER
Op-Amp adalah salah satu komponen IC (Integrated Circuit) yang paling serbaguna. Secara sederhana, Op-Amp adalah penguat tegangan diferensial dengan gain (penguatan) yang sangat tinggi. Ia memiliki dua input: inverting (-) dan non-inverting (+), serta satu output. Sifat idealnya meliputi:
- Impedansi input tak terhingga: Tidak ada arus yang mengalir ke terminal input.
- Impedansi output nol: Op-Amp dapat menggerakkan beban tanpa penurunan tegangan.
- Penguatan loop terbuka (open-loop gain) tak terhingga: Perbedaan tegangan input yang sangat kecil dapat menghasilkan output yang besar.
Dalam praktikum, Op-Amp digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti penguat inverting/non-inverting, komparator, integrator, diferensiator, dan yang paling relevan, sebagai bagian penting dari filter aktif.
Filter adalah rangkaian yang dirancang untuk melewatkan frekuensi sinyal tertentu dan menahan atau membuang frekuensi lain. Frekuensi yang dilewatkan disebut passband, sementara frekuensi yang ditahan disebut stopband. Konsep ini sangat penting untuk menghilangkan noise atau gangguan yang tidak diinginkan dari sinyal.
- Mengetahui prinsip kerja dari Inverting Amplifier
- Mengetahui prinsip kerja dari Comparator Amplifier
- Mengetahui prinsip kerja Low Pass Filter
- Mengetahui prinsip kerja High Pass Filter
A. Alat
1. Electronic Base Station
![]() |
2. Electronic Module Kit Op-Amp
B. Bahan
1. Resistor 1K, 10K, 560 ohm

Penguat operasional atau yang disebut Operational Amplifier adalah suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan konfigurasi penguat diferensial. Penguat operasional memiliki dua masukan dan satu keluaran, untuk dapat bekerja dengan baik, penguat operasional memerlukan tegangan catu yang simetris, yaitu tegangan yang bernilai positif (v+) dan tegangan yang bernilai negatif (v-) terhadap tanah (ground). Berikut ini adalah simbol dari penguat operasional
1. Inverting Op-Amp
Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan
tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal
negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik
melalui Rf ke input inverting.
Gambar 3.2 Rangkaian Inverting Op-Amp
Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah
arus mengalir melalui input inverting. Hal ini berarti bahwa tidak ada
penurunan tegangan antara input inverting dan input non-inverting, dan tegangan
pada input (-) inverting adalah 0 karena input non- inverting (+) terhubung ke
ground. Karena arus yang mengalir menuju terminal input adalah 0, maka arus
yang melalui Rin sama dengan arus yang melalui
Penguatan outputnya berbeda phasa
1800 dengan inputnya, jika input positif maka output negatif
. Vout = - (Rf /
Rin) Vin Penguatan tegangan (voltage
gain) inverting amplifier adalah
Acl = Vout / Vin =
- Rf / Rin Acl adalah penguatan tegangan closed-loop.
2. Comparator Amplifier
Comparator atau komparator adalah jenis
rangkaian amplifier operasional (op-amp) yang berfungsi untuk membandingkan dua
sinyal tegangan pada inputnya dan menghasilkan output dalam bentuk tegangan
tinggi atau rendah (logika digital), tergantung pada perbandingan tegangan
tersebut. Cara Kerja Comparator
•
Comparator memiliki dua input: input inverting
(-) dan input non-inverting (+).
•
Jika tegangan pada input non-inverting (+) lebih
besar daripada tegangan pada input inverting (-), maka output akan berada di
kondisi tegangan tinggi (𝑉+
> 𝑉− = +𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)
•
Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting
(-) lebih besar daripada input non-inverting (+), maka output akan berada di
tegangan rendah 𝑉+ < 𝑉− = −𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)
3. Low Pass Filter
Low Pass Filter
(LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik
yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatas frekuensi tersebut
(frekuensi cut-off) maka sinyal akan diredam. Low Pass Filter memberikan
redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah
ditentukan, sedangkan frekuensi di atas frekuensi cut-off akan mendapatkan
redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang
dapat melewati rangkaian filter ini.
Frekuensi cut-off (fc) dari Low Pass
Filter (LPF) dengan RC dapat dituliskan dalam persamaan matematik sebagai
berikut.
Tegangan output (Vout) filter pasif LPF
seperti terlihat pada rangkaian diatas dapat diekspresikan dalam persamaan
matematis sebagai berikut.
4. High Pass Filter
High Pass Filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut-off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut-off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.
Frekuensi cut-off (fc) rangkaian High Pass Filter adalah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar