Chapter 11: Op-Amp Applications
Operatinal Amplifier (Op-Amp) merupakan salah satu komponen aktif yang sangat penting dalam dunia elektronika analog. Komponen ini banyak digunakan dalam berbagai aplikasi seperti penguat sinyal, filter, pembanding (comparator), integrator, dan rangkaian pengendali otomatis. Dengan karakteristik penguatan tegangan yang sangat tinggi, impedansi input yang besar, serta inpedansi output yang rendah, Op-Amp menjadi pilihan utama dalam perancangan rangkaian analog presisi.
Seiring dengan perkembangan teknologi, analisis rangkaian Op-Amp tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga menggunakan bantuan perangkat lunak komputer. Computer analysis atau analisis berbantuan komputer memungkinkan perancang untuk mensimulasikan perilaku rangkaian sebelum rangkaian tersebut dibuat secara fisik. Hal ini tidak hanya mempercepat proses perancangan, tetapi juga mengurangi kemungkinan kesalahan dan meningkatkan efisiensi kerja
- Menganalisis Rangkaiam Op-Amplifier
- Mengetahui fungsi dari komponen dengan kondisi yang berbeda beda
- Mempelajari desain rangkaian dengan Op-Amplifier
- Mengenali komponen yang beroperasi dalam rangkaian Op-Amplifier
1. Amperemeter
Power adalah komponen yang menghasilkan tegangan yang dapat divariasikan sesuai dengan kebutuhan pada rangkaian
3. Alternator
Alternator adalah komponen yang menghasilkan tegangan dengan arus bolak balik
4. Op-Amplifier
5. Resistor
Resistor atau penghambat merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan dirancang untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin di mana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan hukum Ohm
Ukuran Watt pada Resistor
Penguat operasional (Operational Amplifier) atau yang biasa disebut dengan op-amp, merupakan penguat elektronika yang banyak digunakan untuk membuat rangkaian detektor, komparator, penguat audio, video, pembangkit sinyal, multivibrator, filter, ADC, DAC, rangkaian penggerak dan berbagai macam rangkaian analog lainnya. Op-amp pada umumnya tersedia dalam bentuk rangkaian terpadu yang memiliki karakteristik mendekati karakteristik penguat operasional ideal tanpa perlu memperhatikan apa yang terdapat di dalamnya. Ada tiga karakteristik utama op-amp ideal, yaitu;
- Gain sangat besar (AOL >>). Penguatan open loop adalah sangat besar karena feedback-nya tidak ada atau RF = tak terhingga.
- Impedansi input sangat besar (Zi >>). Impedansi input adalah sangat besar sehingga arus input ke rangkaian dalam op-amp sangat kecil sehingga tegangan input sepenuhnya dapat dikuatkan.
- Impedansi output sangat kecil (Zo <<). Impedansi output adalah sangat kecil sehingga tegangan output stabil karena tahanan beban lebih besar yang diparalelkan dengan Zo <<. Adapun simbol op-amp adalah seperti pada gambar 1.
Gambar 1. Simbol op-amp
dimana,
V1 adalah tegangan masukan dari kaki non inverting
V2 adalah tegangan masukan dari kaki inverting
Vo adalah tegangan keluaran
sehingga:
Adapun tegangan output maksimum yang dapat dihasilkan adalah:
Tegangan output maksimum secara praktis dihasilkan sekitar 2 Volt dibawah tegangan sumber ±Vs dan disebut juga sebesar tegangan saturasi ±Vsat . Gambar 1 memperlihatkan kurva karakteristik hubungan Vi terhadap Vo untuk rangkaian op-amp dengan tegangan input dihubungkan ke kaki input non inverting (+) dan tegangan 0 Volt (di ground) ke kaki input inverting (-). Sesuai dengan nama input op-amp yaitu apabila input dimasukkan ke kaki non inverting (+) yang artinya tidak membalik maka tegangan output yang dihasilkan adalah sefasa dengan tegangan input. Seperti terlihat pada gambar 1 yaitu saat input Vi bertegangan positif maka output yang dihasilkan juga bertegangan positif dan sebaliknya.
Rangkaian Amplifier
Rangkaian op-amp Amplifier adalah penguat Input yang dimana
amplifier bekerja pada karakteristik yang membentuk hubungan linear artinya
semakin besar Vi maka semakin besar juga VO dan sebaliknya. Operasi amplifier
menghindari output dalam kondisi saturasi karena akan membuat cacat keluaran
outputnya. Ciri – ciri rangkaian amplifier yaitu ada resistor feedback negatif
dari output ke input inverting op-ampnya.
- Inverting
Amplifier
Sesuai dengan namanya yaitu dengan input dimasukkan ke kaki
inverting (pembalik) sehingga output akan dibalik atau beda fasa sebesar 180
derajat. Dalam Analisa rangkaian amplifier disyaratkan op-amp bekerja ideal
sehingga tegangan differensial (selisih tegangan di kaki non-inverting dan
inverting) Ed = 0. Sehingga arus yang melewati Ri sama dengan arus yang
melewati Rf karena arus yang masuk ke kaki inverting sangat kecil karena sifat
op-amp dimana impendasi (Zi) inputnya sangat besar.
Rangkaian inverting amplifier
Persamaan untuk mencari Vouputnya :
Dimana :
Acl = -Rf/Ri
Vo = Acl x Vi
Vo = (-Rf/Ri) x Vi
- Inverting
Adder Amplifier
Konsepnya sama seperti Inverting amplifier, namun disini ada
penambahan input yang masuk ke kaki inverting op-amp. Yang dimana arus masuk
sama dengan arus keluar I = I1+I2+I3 sehingga arus di Rf sama dengan jumlah
arus di R1,R2, dan R3.
Dengan syarat op-amp ideal Ed=0
Rangkaian Op-Amp Inverting Adder Amplifier
Persamaan untuk mencari Voutputnya :
Vo = -Rf [V1/R1 + V2/R2 + V3/R3 + … + Vn/Rn] -> untuk
input lebih dari 3 dan seterusnya.
Rangkain Non Inverting Amplifier
- Non Inverting
Amplifier
Rangkaian non inverting amplifier (tidak membalik) input
dimasukkan ke kaki non inverting sehingga tegangan output yang dihasilkan
sefasa dengan tegangan input.
Rangkaian Non Inverting Amplifier
Dengan syarat op-amp ideal Ed = 0 maka persamaan Vouput yang
didapat :
Dimana :
Acl = Rf/Ri + 1
Vo = Acl x Vi
Vo = (Rf/Ri + 1) x Vi
- Voltage
Follower Atau Buffer
Rangkaian yang dimana Acl = 1
Rangkaian Voltage Follower Atau Buffer
Dengan syarat op-amp ideal dimana Ed = 0 maka Vo = Vi.
Sehingga Acl = Vo/Vi = 1
Maka untuk mencari Vouputnya :
Acl = 1
Vo = Acl x Vi
Vo = 1 x Vi
Vo = Vi
- Detektor, komparator, audio, video amplifier
- Filter, ADC, DAC
- Pembangkit sinyal, multivibrator, dan lainnya
Karakteristik Op-Amp Ideal:
- Gain tak berhingga (∞)
- Impedansi input tak berhingga (∞)
- Impedansi output = 0
Simbol Op-Amp:
- Kaki (+) → Non-Inverting Input
- Kaki (-) → Inverting Input
- Output → Keluaran sinyal
- V+ dan V- → Tegangan suplai (biasanya tidak digambar dalam rangkaian sederhana)
A. Inverting Amplifier
- Input masuk ke kaki inverting (-)
- Output terbalik 180° dari input (beda fasa)
- Ada resistor feedback (Rf) dari output ke input inverting
Persamaan:
B. Inverting Adder Amplifier
- Sama seperti inverting, tapi lebih dari satu input
- Semua input masuk ke kaki inverting lewat resistor masing-masing
Persamaan:
C. Non-Inverting Amplifier
- Input masuk ke kaki non-inverting (+)
- Output sefase dengan input (tidak dibalik)
Persamaan:
D. Voltage Follower / Buffer
- Input langsung ke non-inverting, dan output diumpankan balik langsung ke inverting
- Tidak ada penguatan, hanya mengikuti input
Persamaan:
Vo = Vi
Example:
1. Inverting Amplifier
Penyelesaian:
Jawaban: -2,5 V
2. Non-Inverting Amplifier
Sebuah rangkaian Non-Inverting Amplifier menggunakan resistor Ri = 1 kΩ dan Rf = 4 kΩ. Jika tegangan input (Vi) = 2 V, maka tegangan output (Vo) adalah?
Penyelesaian:
Jawaban: 10 V3. Warna Resistor
Sebuah resistor memiliki pita warna: Merah, Ungu, Oranye, dan Emas. Maka nilai resistansi resistor tersebut adalah?
Penyelesaian:
Merah = 2 (digit 1)
Ungu = 7 (digit 2)
Oranye = 10³ = 1.000
Emas = toleransi 5%
Nilai = 27 x 1000
Nilai = 27000
Jawaban: 27.000 Ω (dengan toleransi ±5%)
Problem 1: Inverting Amplifier
Sebuah rangkaian Inverting Amplifier menggunakan:
-
Resistor input
-
Resistor feedback
-
Tegangan input
Hitunglah tegangan output (Vo) dari rangkaian tersebut.
Langkah Penyelesaian:
1. Gunakan rumus penguatan (gain) untuk Inverting Amplifier:
Sebuah rangkaian Non-Inverting Amplifier dirancang dengan:
-
-
-
Tegangan input
Berapa tegangan output (Vo) yang dihasilkan rangkaian tersebut?
Langkah Penyelesaian:
1. Gunakan rumus gain Non-Inverting Amplifier:
Sebuah resistor memiliki pita warna:
-
Kuning – Ungu – Merah – Coklat
Tentukan nilai resistansi dan toleransinya!
Langkah penyelesaian:
1. Identifikasi warna berdasarkan kode warna resistor:
kuning = 4 (digitnpertama)
Ungu = 7 (digit kedua)
Merah = 10² = 100 (pengali)
Coklat = toleransi 1%
2. Hitung resistansi:
Soal Pilihan Ganda:
1. Sebuah rangkaian Inverting Adder Amplifier memiliki konfigurasi sebagai berikut:
- V1 = 1 V
- R1 = 1 kΩ
- V2 = 2 V
- R2 = 2 kΩ
- Rf = 4 kΩ
B. –3 V
C. –8 V
D. –6 V
-
Input diberikan ke kaki non-inverting
-
Ada resistor dan yang membentuk feedback dari output ke input inverting
-
Tegangan output sefase dengan input
Jenis rangkaian apakah ini?
A. Inverting Amplifier
B. Non-Inverting Amplifier
C. Voltage Follower
D. Inverting Adder
Input masuk ke kaki non-inverting → artinya output tidak dibalik (sefase)
-
Ada feedback → penguat
-
Maka ini adalah Non-Inverting Amplifier
Distraktor (jebakan logis):
-
A. Salah karena input ke kaki inverting
-
C. Salah karena voltage follower tidak pakai resistor feedback
-
D. Salah karena adder hanya pada kaki inverting dan punya banyak input
A. Karena gain-nya besar
B. Karena output-nya nol
C. Karena impedansi input-nya sangat besar
D. Karena tegangan input-nya kecil
Jawaban:
C. Karena impedansi input-nya sangat besar
Penjelasan:
Op-amp ideal memiliki impedansi input ∞, sehingga arus yang masuk ke input ≈ 0 A
-
Ini memungkinkan asumsi bahwa arus ke kaki inverting ≈ 0, dan digunakan dalam analisis seperti:
Pilihan lain:
-
A. Salah: gain besar memengaruhi tegangan output, bukan arus input
-
B. Salah: output bisa bernilai berapa pun tergantung input dan konfigurasi
-
D. Salah: tegangan kecil belum tentu arus kecil jika impedansi rendah
Fig. 11.2 Fixed-gain amplifier KLIK DISINI
Fig. 11.4 Noninverting fixed-gain amplifier KLIK DISINI










Tidak ada komentar:
Posting Komentar