Oscilloscope adalah sebuah alat ukur elektronik yang digunakan untuk mengamati bentuk gelombang sinyal listrik. Alat ini dapat menampilkan grafik dari sinyal listrik dalam bentuk tegangan (sumbu Y) terhadap waktu (sumbu X). Penggunaan oscilloscope sangat penting dalam analisis rangkaian listrik, komunikasi, pengujian perangkat elektronik, dan kontrol kualitas. Dengan oscilloscope, dapat diperoleh informasi mengenai amplitudo, frekuensi, fase, periode, serta bentuk gelombang suatu sinyal listrik.
Jenis-jenis oscilloscope yang umum digunakan meliputi:
Oscilloscope Analog: Menggunakan tabung sinar katoda (CRT) untuk menampilkan sinyal.
Oscilloscope Digital: Menggunakan teknologi digital untuk mengonversi sinyal analog menjadi sinyal digital yang dapat dianalisis secara lebih mendetail.
Beberapa parameter utama yang dapat diukur menggunakan oscilloscope antara lain:
Amplitudo Puncak (Peak Amplitude)
Periode dan Frekuensi
Fase
Tegangan RMS (Root Mean Square)
Gelombang Transien dan Distorsi
Pengukuran daya dalam rangkaian listrik bertujuan untuk mengetahui besarnya energi yang digunakan atau disalurkan oleh suatu komponen atau sistem. Daya listrik dapat dibagi menjadi tiga jenis utama:
Daya Aktif (P): Daya yang digunakan untuk melakukan kerja nyata, diukur dalam satuan Watt (W).
Daya Reaktif (Q): Daya yang digunakan untuk menghasilkan medan magnet atau medan listrik dalam rangkaian AC, diukur dalam satuan Volt-Ampere Reaktif (VAR).
Daya Semu (S): Kombinasi dari daya aktif dan daya reaktif, diukur dalam satuan Volt-Ampere (VA).
Dalam praktikum ini, pengukuran daya dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain:
Penggunaan Wattmeter
Penggunaan Oscilloscope untuk Pengukuran Daya AC
Penggunaan Multimeter untuk Pengukuran Daya DC
Pemahaman mengenai penggunaan oscilloscope dan metode pengukuran daya sangat penting untuk memahami karakteristik sinyal listrik serta mengukur daya yang dikonsumsi atau diproduksi oleh sebuah rangkaian atau perangkat elektronik.
- Dapat menggunakan dan mengetahui kegunaan dari oscilloscope
- Dapat mengetahui bentuk gelombang Lissajous
- Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu seri
- Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu Prallel
1. Alat
- Oscilloscope Dual Trace

- Function Generator

- Probe Khusus

- Wattmeter Analog

- Sumber Dc

- Multimeter

- Jumper

- Modul Pengukuran Daya Beban Lampu Seri dan Paralel


- Bohlam

I. OSCILLOSCOPE
Osiloskop digunakan untuk mengamati bentuk gelombang dari sinya listrik. Selain dapat menunjukkan amplitudo sinyal, osiloskop dapat juga menunjukkan distorsi dan waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa,periode, atau waktu naik).
Prinsip pengukuran frekuensi dengan metode Lissajous yaitu jika tegangan sinus diberikan pada input X dan sinyal dengan gelombang sinus yang lain dimasukan pada input Y, maka pada layar akan terbentuk seperti pada gambar 2.1.
Pada kedua kanal dapat diberikan sinyal tegangan yang bukan berupa sinus. Gambar yang ditampilkan pada layar, tergantung pada bentuk sinyal yang diberikan.

Gambar 2.1. Metoda Lissajous
Pengukuran Frekuensi
Sinyal yang akan diukur dihubungkan pada input Y, sedangkan function generator dengan frekuensi yang diketahui dihubungkan pada input X.
.png)
Gambar 2.2 Pengukuran Frekuensi
Frekuensi generator kemudian diubah, sehingga pada layar ditampilkan lintasan tertutup yang jelas, frekuensi sinyal dapat ditentukan dari bentuk lintasan ini:
.png)
.png)
fy : f x = 1:2
Gambar 2.3. Perbandingan Frekuensi pada Lissajous
Cara ini hanya mudah dilakukan untuk perbandingan frekuensi yang mudah dan bulat (1:2, 1:3, 3:4 dst.
II. Pengukuran Daya Seri dan Paralel
Wattmeter mempunyai satu terminal tegangan dan satu terminal arus yang ditandai dengan simbol ±. Saat terminal arus dan terminal tegangan dihubungkan ke tegangan jala-jala, maka alat ukur akan membaca daya yang dihubungkan ke beban.
.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar