Oscilloscope
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Tegangan DC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
2,4 V | - | - |
Tegangan AC | ||
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
42,4 V | 99,90 us | 10,01 Hz |
2. Membandingkan Frekuensi
Jenis Gelombang | Frekuensi oscilloscope |
Frekuensi Generator Fungsi |
Sinusoidal | 10,02 kHz | 10 kHz |
Gigi gergaji | 9,960 kHz | 10 kHz |
Pulsa (Kotak) | 10 kHz | 10 kHz |
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Perbandingan Frekuensi | Frekuensi Generator A (fy) | Frekuensi Generator B (fx) | Gambar Lissajous |
1 : 1 | 1 kHz | 1 kHz | |
1 : 2 | 1 kHz | 2 kHz | |
2 : 1 | 2 kHz | 1 kHz |
|
1 : 3 | 1 kHz | 3 kHz | |
3 : 1 | 3 kHz | 1 kHz |
|
2 : 3 | 2 kHz | 3 kHz |
|
3 : 2 | 3 kHz | 2 kHz |
|
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V total |
I total |
Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | 0,66 watt | 2,2 V | 0,3 A | 0,66 watt |
2 Lampu | 0,5352 watt | 2,23 V | 0,24 A | 0,5352 watt |
3 Lampu | 0,456 watt | 2,28 V | 0,2 A | 0,456 watt |
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Beban |
Daya Terukur (Watt) |
V total |
I total |
Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | 0.7458 watt | 2,,26 V | 0,33 A | 0.7458 watt |
2 Lampu | 1,115 watt | 2,23 V | 0,5 A | 1,115 watt |
3 Lampu | 0,575 watt | 2,3 V | 0,25 A | 0,575 watt |
Oscilloscope
1. Kalibrasi oscilloscope
a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada
oscilloscope
d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Susun rangkaian seperti gambar berikut
![]() |
● Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope
· Tegangan Bolak Balik
a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p
b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope
3. Mengukur dan Mengamati Frequency
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
![]() |
b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal
c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa
4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
![]() |
b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
d. Atur frekuensi sinyal pada kanal A, sehingga diperoleh gambar seperti salah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.
Bacalah penunjukan frekuensi generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous
f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2
Pengukuran Daya
5. Mengukur Daya Satu Fasa
![]() |
![]() |
a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter
Percobaan 1
Percobaan 2
Percobaan 3
1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab:
Hal ini dilakukan agar osiloskop dapat memberikan hasıl pengukuran yang akurat, serta dapat digunakan untuk pengujian yang memerlukan presisi tinggi. Selain itu. kalibrasi juga dapat mengurangi kesalahan yang mungkin disebabkan oleh ketidaksesuaian perangkat keras atau perangkat lunak osiloskop. Jadi, kalibrasi penting dilakukan sebelum menggunakan osiloskop.
2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada Osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda!
Jawab:
1) Amplitudo
- Tegangan DC : Tegangan DC memiliki amplitudo konstan. Nilai tegangan tetap tidak berubah seiring waktu dan dapat digambarkan sebagai garis horizontal yang stabil.
- Tegangan AC : Tegangan AC memiliki amplitudo yang berubah seiring waktu. Pada osiloskop akan tampak berfluktuasi atau berosilasi tergantung jenis sinyal AC.
2.) Frekuensi
- Tegangan DC : Tegangan DC tidak memiliki Frekuensi karena tegangannya tidak berosilasi.
- Tegangan AC : Tegangan AC memiliki Frekuensi tertentu, artinya sinyal AC berosilasi pada suatu interval yang tetap.
3.) Periode
- Tegangan DC : Tegangan DC memiliki periode tak terhingga karena ia tidak berosilasi.
- Tegangan AC Tegangan AC memiliki periode tertentu, yang merupakan waktu yang diperlukan untuk satu siklus penuh osilasi dari sinyal tersebut.
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan geneгator Fungsi dan Frekuensi!
Laporan Akhir KLIK DISINI
Video Percobaan 1 KLIK DISINI
Video Percobaan 2 KLIK DISINI
Video Percobaan 3 KLIK DISINI
Video Percobaan 4 KLIK DISINI
Video Percobaan 5 KLIK DISINI


.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar