JURNAL PRAKTIKUM OPERATIONAL
AMPLIFIER DAN FILTER
Nama : Rifanda Andhika Ferdynand
No BP : 2410952036
Kelompok : 13
Tanggal Praktikum : 23 September 2025
Asisten Praktikum : - Nabila Rahmazia Putri
- Muhammad Naufal Lutfi
1. Inverting Amplifier
|
Rf(kΩ) |
Vi(V) |
Hitung 𝑅 Gain(− 𝑅𝑖𝑛 |
Vout |
Bentuk
Gelombang |
|
20 |
5 V |
-2 |
-1,8 V |
Gelombang input berwarna kuning Gelombang output berwarna biru |
|
50 |
5 V |
-5 |
-7,44 V |
Gelombang input berwarna kuning Gelombang output berwarna biru
|
|
80 |
5 V |
-8 |
-7,55 V |
Gelombang input berwarna kuning Gelombang output berwarna biru
|
2. Komparator
|
V1 (V) |
V2 (V) |
Vout |
|
3 V |
1 V |
-10 V |
|
1 V |
3 V |
11,26 V |
3. LPF
-20dB
|
Frekuensi
|
Vin |
Vout |
Grafik
Sinyal |
|
100
Hz |
1,763 V |
1,48 V |
Gelombang input berwarna kuning Gelombang output berwarna biru |
|
500
Hz |
1,747 V |
0,518 V |
Gelombang output berwarna biru |
|
1000 Hz |
1,726 V |
0,264 V |
Gelombang output berwarna biru |
|
Sketch
Grafik Bode Plot |
|
|
4. HPF 40 dB
|
Frekuensi
|
Vin |
Vout |
Grafik
Sinyal |
|
100
Hz |
1,758 V |
0,541 V |
Gelombang output berwarna biru
|
|
500 Hz
|
1,744 V |
1,599 V |
Gelombang input berwarna kuning Gelombang output berwarna biru |
|
1000
Hz |
1,724 V |
1,684 V |
Gelombang output berwarna biru
|
|
Sketch
Grafik Bode Plot |
|
|
Inverting amplifier adalah salah satu konfigurasi dasar dari rangkaian op-amp, di mana sinyal masukan diberikan melalui sebuah resistor ke terminal input inverting (–), sementara terminal non-inverting (+) biasanya dihubungkan ke ground. Prinsip kerjanya bertumpu pada konsep umpan balik negatif. Ketika sinyal masukan diberikan, op-amp akan berusaha menjaga perbedaan tegangan antara kedua inputnya mendekati nol. Karena input non-inverting terhubung ke ground, maka input inverting juga akan berada pada kondisi tegangan virtual ground.
Arus yang masuk melalui resistor masukan tidak bisa mengalir ke op-amp karena impedansi input yang sangat tinggi, sehingga arus tersebut harus mengalir melalui resistor umpan balik yang terhubung dari output ke input inverting. Hal ini menyebabkan output menghasilkan tegangan yang sebanding dengan sinyal masukan, tetapi berlawanan fase. Dengan kata lain, output memiliki polaritas yang terbalik terhadap input. Besar penguatan rangkaian ditentukan oleh perbandingan resistor umpan balik terhadap resistor masukan.
Dengan mekanisme ini, inverting amplifier mampu menghasilkan sinyal keluaran yang terbalik 180 derajat dari sinyal masukan, dengan amplitudo yang dapat diatur sesuai rasio kedua resistor tersebut. Jadi, prinsip kerja utamanya adalah menjaga titik inverting dalam kondisi virtual ground, mengarahkan arus masukan melalui jalur umpan balik, dan menghasilkan sinyal keluaran yang berbanding lurus namun berlawanan fase terhadap sinyal masukan.
Rangkaian komparator adalah konfigurasi op-amp yang digunakan untuk membandingkan dua sinyal tegangan, yaitu tegangan pada input inverting (–) dan non-inverting (+). Tidak seperti amplifier, komparator tidak menggunakan umpan balik negatif, sehingga op-amp bekerja dalam kondisi open-loop dengan penguatan yang sangat besar. Prinsip kerjanya adalah jika tegangan pada input non-inverting lebih besar dibandingkan tegangan pada input inverting, maka output op-amp akan naik mendekati tegangan suplai positif. Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting lebih besar daripada tegangan pada input non-inverting, maka output akan turun mendekati tegangan suplai negatif.
Karena perubahan kecil pada selisih tegangan input sudah cukup untuk membuat output melonjak penuh ke arah positif atau negatif, maka komparator sering disebut sebagai saklar elektronik berbasis tegangan. Output yang dihasilkan tidak berupa sinyal analog yang terproposional seperti pada amplifier, melainkan sinyal digital dengan dua level tegangan, misalnya logika tinggi dan logika rendah.
Dengan mekanisme ini, rangkaian komparator digunakan untuk mendeteksi kondisi apakah suatu tegangan input sudah melewati batas tertentu atau tidak. Tegangan referensi biasanya diberikan ke salah satu terminal, sedangkan sinyal yang ingin dibandingkan masuk ke terminal lainnya. Saat sinyal melampaui tegangan referensi, output komparator berubah status, sehingga perangkat ini banyak dipakai dalam sistem deteksi level, sensor, atau rangkaian logika sederhana.
Low Pass Filter (LPF) dengan slope –20 dB per dekade adalah jenis filter orde satu yang prinsip kerjanya didasarkan pada kombinasi resistor dan kapasitor. Tujuan utamanya adalah melewatkan sinyal berfrekuensi rendah dengan sedikit atenuasi, sementara sinyal berfrekuensi tinggi akan dilemahkan secara bertahap. Rangkaian dasarnya terdiri dari sebuah resistor yang dihubungkan seri dengan sinyal masukan, kemudian diikuti oleh kapasitor yang terhubung ke ground. Tegangan keluaran diambil pada titik setelah resistor dan sebelum kapasitor.
Cara kerjanya dapat dijelaskan melalui sifat impedansi kapasitor. Pada frekuensi rendah, kapasitor memiliki impedansi yang sangat besar sehingga arus sulit mengalir melewatinya ke ground. Akibatnya, hampir seluruh sinyal masukan diteruskan ke keluaran. Namun, ketika frekuensi masukan meningkat, impedansi kapasitor semakin kecil, sehingga lebih banyak arus yang dialirkan ke ground dan sinyal yang sampai ke keluaran berkurang. Proses ini menghasilkan karakteristik bahwa semakin tinggi frekuensi, semakin kecil amplitudo sinyal keluarannya.
Titik transisi dari kondisi "melewatkan" ke "melemahkan" disebut frekuensi cut-off, yang nilainya ditentukan oleh kombinasi resistor dan kapasitor dalam rangkaian. Setelah melewati frekuensi cut-off, setiap kenaikan frekuensi sepuluh kali lipat (satu dekade) akan menyebabkan amplitudo sinyal turun sekitar 20 dB. Inilah yang dimaksud dengan karakteristik atenuasi –20 dB per dekade pada filter orde satu.
High Pass Filter (HPF) dengan slope +40 dB per dekade adalah jenis filter orde dua yang dirancang untuk melewatkan sinyal berfrekuensi tinggi dan menahan sinyal berfrekuensi rendah. Rangkaian ini biasanya dibangun menggunakan kombinasi resistor dan kapasitor dengan konfigurasi tertentu, atau bisa juga menggunakan op-amp untuk menghasilkan respon yang lebih terkontrol. Prinsip kerjanya berkebalikan dengan low pass filter: sinyal rendah akan dilemahkan, sementara sinyal tinggi justru dibiarkan lewat.
Cara kerjanya bisa dijelaskan dari sifat dasar kapasitor. Pada frekuensi rendah, kapasitor memiliki impedansi yang tinggi sehingga sinyal sulit menembus rangkaian dan keluaran menjadi kecil. Namun, ketika frekuensi meningkat, impedansi kapasitor menurun, sehingga sinyal berfrekuensi tinggi bisa diteruskan dengan mudah ke keluaran. Untuk filter orde dua, respon peredaman terhadap frekuensi rendah menjadi lebih tajam dibanding orde satu. Setelah melewati frekuensi cut-off, setiap kenaikan frekuensi sepuluh kali lipat (satu dekade) akan menaikkan level respon sebesar +40 dB. Inilah yang membuat filter orde dua memiliki karakteristik slope +40 dB per dekade.
Titik cut-off sendiri adalah batas frekuensi di mana sinyal mulai dilewatkan secara signifikan, dan nilainya ditentukan oleh kombinasi komponen resistor serta kapasitor dalam rangkaian. Dengan sifat ini, HPF orde dua banyak digunakan dalam aplikasi audio untuk menghilangkan hum atau nada rendah yang tidak diinginkan, maupun pada sistem komunikasi agar hanya sinyal berfrekuensi tinggi yang bisa diteruskan.
1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan.
Berdasarkan teori, jika tegangan input komparator sangat mendekati tegangan referensi, output akan menjadi tidak stabil dan mengalami chattering. ouput akan beralih dengan cepat antara tegangan saturasi positif (+Vsat) dan tegangan saturasi negatif (-Vsat). Namun berdasarkan hasil percobaan kami, tidak terlihat tanda-tanda fenomena chattering. Alasannya karena pada percobaan kami menggunakan masing-masing tegangan sebesar 3 V dan 1 V pada V1 dan V2. Dengan demikian komparator dengan mudah menentukan tegangan yang lebih besar. sehingga memberikan output yang stabil pada + Vsat atau -Vsat.
Download Video Rangkaian Kondisi [Download File]
Download Video Percobaan 1 [Download File]
Download Video Percobaan 2 [Download File]
Download Video Percobaan 3 [Download File]
Download Video Percobaan 4 [Download File]
Download Laporan Akhir Scan [Download File]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar