LAPORAN AKHIR

MODUL 4: RANGKAIAN RLC SERI DAN PARALEL



1. Jurnal [Kembali]

JURNAL PRAKTIKUM

RLC SERI DAN RLC PARALEL 


Nama                           : RIFANDA  ANDHIKA FERDYNAND

No BP                          : 2410952036

Tanggal Praktikum     : 27 Mei 2025

Asisten                         : 1.  FAHMI BUNARDI

                                                  


1.     RC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

 

2.327 V

 

0.01 mA

 0 V

 

200 ohm

Xb = 100 ohm

 0 V

Xc = 10 uF

2.245 V


2.     RLC Seri

Beban

V terukur

I terukur

V pada beban

Impedansi

Xa = 100 ohm

 

2.265 V

 

0.01 mA

 0 V

 

100 ohm

Xb = mH

0,0158 V

Xc = 10 uF

 2.104 V


3.     RLC Paralel

 

Beban

V

terukur

I

terukur (total)

 

I1

 

I2

 

I3

V pada beban

 

Impedansi

Xa = 100 ohm

8.25 V

18.8 A

0.081 A

0.081 A

 0.081A

8.25 V

100 ohm

Xb = 1mH

8.25 V

18.8 A

17.9 A

17.9 A

 17.9 A

8.25 V

   100 ohm

Xc = 10uF

 8.25 V

18.8 A

 0.029A

 0.029A

 0.029A

 8.25 V

   100 ohm


2. Prinsip Kerja [Kembali]

    1. Rangkaian RC Seri

Komponen yang digunakan: Resistor (R) + Kapasitor (C) tersusun secara seri

Prinsip Kerja:

  • Saat tegangan AC diberikan, arus mengalir melalui R dan C.

  • Resistor menahan arus tanpa mengubah fasa.

  • Kapasitor menyimpan energi dalam bentuk muatan listrik, menyebabkan arus mendahului tegangan.

  • Sudut fasa: φ < 0° (karena kapasitor dominan)

  • Impedansi:


    2. Rangkaian RLC Seri

Komponen yang digunakan: Resistor (R) + Induktor (L) + Kapasitor (C) tersusun secara seri

Prinsip Kerja:

  • Tegangan AC menyebabkan arus mengalir melalui semua komponen.

  • Resistor memberikan tahanan murni.

  • Induktor menahan perubahan arus → arus tertunda terhadap tegangan.

  • Kapasitor menyimpan muatan → arus mendahului tegangan.

  • L dan C menghasilkan reaktansi saling berlawanan arah, dan bisa meniadakan satu sama lain.

  • Impedansi:



Pada frekuensi resonansi (X=XC→ Z = R, ϕ = 0°, arus maksimum

    3. Rangkaian RLC Paralel

Komponen yang digunakan: R, L, dan C disusun secara paralel satu sama lain

Prinsip Kerja:

  • Tegangan sama pada ketiga cabang, tapi arus terbagi.

  • Masing-masing cabang memberikan kontribusi arus berbeda:

    • Cabang R: arus sefasa dengan tegangan

    • Cabang L: arus tertinggal

    • Cabang C: arus mendahului

  • Total arus merupakan hasil penjumlahan vektor fasa dari ketiga cabang.

  • Pada resonansi paralel, arus total minimum → sirkuit bersifat resistif

3. Video Percobaan [Kembali]

Percobaan 1

Percobaan 2

Percobaan 3

4. Analisa[Kembali]

1. Analisa pengaruh R,L, dan C terhadap sudut fasa!
Jawab:

Sudut fasa adalah ukuran sejauh mana arus mendahului atau tertinggal dari tegangan. Dalam rangkaian RC seri, sudut antara Z dan R sama seperti sudut fasa θ antara V dan I, Sehingga R bersifat tidak menyebabkan pergeseran fasa. Pada suatu rangkaian yang memiliki nilai induktansi lebih besar daripada nilai kapasitansi, maka rangkaian bersifat induktif. Rangkaian induktif menyebabkan arus tertinggal terhadap tegangan. Pada suatu rangkaian yang memiliki nilai kapasitansi lebih besar daripada nilai induktansi, maka rangkaian bersifat kapasitif. Rangkaian kapasitif menyebabkan arus mendahului tegangan. Sehingga nilai dari resistansi, induktansi, dan kapasitansi menentukan sudut fasanya.

2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC seri
Jawab:

Pada sebuah rangkaian RC seri, impedansi dapat dihitung dengan rumus:
Dimana R adalah nilai resistansi dan XC nilai kapasitansi dengan persamaan:
Berdasarkan Persamaan tersebut, nilai kapasitansi mempengaruhi besar impedansi pada rangkaian. Jika nilai kapasitansinya besar, maka impedansinya kecil, begitu juga sebaliknya.

3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC seri
Jawab:

Dalam rangkaian RLC sesi, ketiga komponen disusun berurutan sehingga akan memiliki arus yang sama. Reaktansi akan menghambat arus tanpa mengubah fasa. Untuk induktansi akan menyimpan energi magnet, yang menyebabkan arus tertinggal. Untuk kapasitansi akan menyimpan medan listrik, menyebabkan arus mendahului tegangan. Impedansi total pada rangkaian RLC Seri dapat dihitung dengan rumus:
Jika nilai XL = XC, maka impedansi rangkaian akan mencapai nilai minimum yaitu sama dengan harga R. Sedangkan arus akan mencapai nilai maksimum.

4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel
Jawab:

Pada rangkaian RLC Paralel, masing masing komponen memiliki tegangan yang sama. Karena nilai tegangan sama, maka impedansi dapat dihitung dengan rumus:
Pada frekuensi rendah, nilai impedansi akan mencapai nilai terkecil dan arus menjadi besar. Ketika frekuensi bertambah impedansi akan bertambah., sedangkan arus akan mengecil. Tepat pada frekuensi resonansi, impedansi akan maksimum (sebesar R) dan arus akan minimum.

5. Download File[Kembali]

Laporan Akhir tulis tangan KLIK DISINI

Video percobaan 1 KLIK DISINI

Video percobaan 2 KLIK DISINI

Video percobaan 3 KLIK DISINI












Tidak ada komentar:

Posting Komentar